Seberapa Penting Teori Portofolio dan Analisis Investasi Bagi Investor?

foto by pipohargiyanto

Teori portofolio dan analisis investasi ini penting diketahui oleh investor khususnya para pemula. Dengan analisa proses tersebut maka kamu bisa mengerti terkait apa yang perlu dilakukan oleh investor

Misalnya beberapa orang ada yang berpendapat bahwa dalam berinvestasi sebaiknya dilakukan di satu instrumen. Di sisi lain ada pihak yang menyarankan untuk berinvestasi di beberapa instrumen meskipun modalnya kecil. 

Hal seperti ini memang membutuhkan teori portofolio yang tepat ketika berinvestasi. Dari portofolio inilah nantinya pihak investor perlu melakukan analisis lebih mendalam agar bisa dipahami secara menyeluruh.

Apa itu Teori Portofolio dan Analisis Investasi?

Teori portofolio adalah suatu kombinasi di 2 atau lebih jenis investasi dengan tingkat risiko dan keuntungan yang berbeda. Proses ini dilakukan di jangka waktu tertentu dengan harapan keuntungan yang maksimal dan risiko yang terbilang minim. 

Dengan cara ini maka ketika investasi yang satu mengalami kerugian dapat ditutupi di instrumen yang lain. Hal ini berbeda dengan ketika difokuskan pada satu instrumen maka kerugiannya akan semakin besar. 

Jadi dalam teori portofolio ini kamu bisa berinvestasi di properti, ekspansi usaha dan membangun pabrik. Lalu di sisi lain, kamu bisa berinvestasi di saham, obligasi, deposito dan berbagai produk derivatif lainnya. 

Sedangkan analisis investasi adalah proses evaluasi dari setiap instrumen yang diinvestasikan. Jika memang ada kerugian di instrumen satu maka bisa dialihkan ke instrumen yang lebih menguntungkan. Dengan cara ini maka keuntungan yang didapatkan bisa lebih maksimal. 

baca juga: Apakah Keputusan Investasi akan Mempengaruhi Nilai Perusahaan?

Proses Pembentukan Portofolio

Dalam teori portofolio dan analisis investasi menyebutkan perlu dilakukan proses diversifikasi investasi. Namun investor tidak oleh langsung menanamkan begitu saja dana yang ada untuk investasi. Hal ini perlu adanya pertimbangan dalam pembentukan portofolio dan berikut ulasannya:

Besar kecilnya modal dalam dunia investasi sangat berpengaruh pada portofolio investasi. Semakin kecil modal yang dimiliki maka kesempatan untuk melakukan investasi perlu lebih selektif. 

Hal ini dilakukan karena ada beberapa batasan yang perlu dibentuk dalam portofolio tersebut. Ini dilakukan demi menyesuaikan dengan dana yang dimiliki oleh setiap investor. 

Tujuan

Setiap investor harus memiliki tujuan yang berbeda ketika ingin menanamkan modalnya. Investor yang tujuannya membeli saham atau properti jelas memiliki tujuan yang berbeda. 

Dengan perbedaan tujuan ini tentu akan menghasilkan portofolio yang berbeda. Proses seperti ini penting dilakukan demi mendapatkan capital gain yang maksimal di beberapa investasi tersebut. 

Waktu

Waktu juga menjadi pembentukan portofolio yang berbeda karena berkaitan dengan seberapa cepat keuntungan yang didapatkan. Misalnya kamu memilih berinvestasi di jangka waktu yang panjang atau pendek dimana tingkat keuntungan yang didapatkan berbeda. 

Profil Risiko

Dalam teori portofolio dan analisis investasi ini juga ada istilah profil risiko. Pada bagian profil ini berkaitan erat dengan karakter dari setiap investor. Karakter investor ini terbagi menjadi tiga tipe mulai dari konservatif, moderat dan agresif. 

Untuk investor konservatif ini umumnya lebih memilih investasi yang dari sisi fundamentalnya bagus. Investor ini lebih senang bermain aman dan menghindari investasi dengan volatilitas tinggi. 

Lalu investor moderat ini lebih senang ke investasi yang tingkat resikonya tinggi selama tingkat keuntungannya juga sama. Meski demikian investor ini lebih menyukai investasi yang tingkat resikonya terbilang sedang. 

Untuk yang terakhir ada investor dengan tipe agresif atau mereka yang lebih senang ke tantangan. Investor ini akan aktif di bidang investasi yang tingkat resikonya tinggi dan cenderung spekulatif. 

Faktor-Faktor Dalam Mengevaluasi Portofolio

Teori portofolio dan analisis investasi atau evaluasi dalam setiap investasi yang dilakukan. Manfaat dari analisis ini untuk mengetahui apakah portofolionya sudah sesuai harapan atau belum. Ada beberapa faktor yang perlu menjadi pertimbangan ketika berinvestasi diantaranya sebagai berikut:

Tingkat Resiko dan Return

Dalam dunia ekonomi mengenal semakin tinggi resiko dari investasi maka keuntungannya pun juga tinggi. Oleh karena itu dari portofolio yang akan perlu diketahui apakah keuntungannya sudah mencukupi. 

Analisis ini dilakukan karena bisa saja resikonya tinggi tetapi return yang didapatkan sedikit. Jika memang kondisinya demikian maka kamu bisa beralih dengan berinvestasi di instrumen lain.

Jangka Waktu

Bentuk teori portofolio dan analisis investasi juga perlu diperhatikan dari sisi periode pengembalian returnnya. Apakah portofolio di instrumen yang ada sudah menguntungkan dalam waktu cepat atau lama. 

Misalnya kamu memilih investasi di instrumen A dan instrumen B dimana keduanya sama-sama menghasilkan return 10%. Instrumen A menghasilkan keuntungan 10% dalam waktu 5 tahun. Lalu Instrumen B hanya mampu mendapatkan return 10% per 7 tahun. 

Dalam kasus seperti di atas maka instrumen investasi B perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut. Dari proses evaluasi ini bisa saja kamu lepas atau digantikan dengan instrumen lain. 

Penggunaan Benchmark

Dalam teori portofolio dan analisis investasi juga diperlukan adanya benchmarknya. Bentuk analisis ini adalah membandingkan dengan portofolio lain yang dijadikan patokan. 

Misalnya instrumen A memiliki return 10% per tahun dan di bagian ini apakah sudah besar atau normal. Jika memang masih tergolong kecil maka perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut. 

Namun misalnya dari sisi portofolio ini ukuran 15% maka perlu dilihat dan dievaluasi lebih lanjut. Kamu bisa melakukan perombakan dan apakah investasi itu layak dipertahankan atau tidak. 

Penilaian Kinerja Portofolio

Selain faktor yang mempengaruhi, ada juga penilaian kinerja dari portofolio yang meliputi:

Indeks Sharpe

Dalam teori portofolio dan analisis investasi juga bisa menggunakan indeks sharpe. Indeks ini digunakan untuk mengukur berdasarkan garis pasar modal dengan kombinasi portofolio beraktiva berisiko dan bebas risiko.

Aktiva berisiko ini adalah return atau pengembalian yang sifatnya tidak pasti. Sedangkan aktiva bebas risiko dimana ada kepastian pengembalian return seperti surat hutang negara (obligasi)

Indeks Treynor

Lalu penilaian lainnya juga menggunakan indeks Treynor dimana ukurannya menggunakan security market lain sebagai patokannya. Dalam hal ini diasumsikan investor sudah melakukan diversifikasi yang sangat baik. Karena itu tingkat resikonya dianggap ancaman yang bersifat risiko sistematis.

Meski demikian dalam penilaian ini tetap memperhatikan komponen risiko yang dilakukan investor. Komponen tersebut meliputi sekuritas individual yang fluktuatif dan pasar yang fluktuatif juga. 

baca juga: 8 Investasi Modal Kecil Profit Harian dan Cocok untuk Pemula

Indeks Jensen

Lalu teori portofolio dan analisis investasi juga mengenal penilaian berupa indeks Jensen. Penilaian ini dikhususkan pada investasi di pasar modal dengan membedakan expected return dengan actual return. 

Lalu untuk patokan atau ukurannya menggunakan return yang bebas risiko berbeda pada setiap interval waktunya. Maka dari itu masing-masing penghasilan dan risiko portofolionya akan bervariasi dan menyesuaikan dengan periode waktunya. 

Jadi teori portofolio dan analisis investasi ini sangat berhubungan dan berguna sekali bagi investor. Di teori portofolio, investor dituntut untuk melakukan diversifikasi agar bisa menentukan instrumen investasi mana yang tepat. 

Sedangkan pada analisis investasi, seorang investor bisa melakukan evaluasi secara tepat. Untuk penilaian bisa berdasarkan indeks dan investor juga perlu memperhatikan faktor apa saja yang mempengaruhi proses evaluasi ini. 

You might also like